Contoh Proposal

A.    Judul Penelitian

Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Teknik Menulis Semiterpimpin Pada Siswa Kelas VII-D Semester I SMP Negeri 2 Kunir Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2008/2009.

B.    Bidang Kajian

Bahasa dan Sastra Indonesia

C.    Pendahuluan

Pembelajaran bahasa Indonesia lebih diarahkan agar siswa mampu dan terampil menggunakan bahasa Indonesia secara komunikatif. Keterampilan berbahasa itu meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa lebih ditekankan pada performansi berbahasa secara konkret atau berupa unjuk kerja mempergunakan bahasa dalam konteks tertentu sesuai dengan fungsi komunikasi bahasa daripada sekedar memiliki pengetahuan tentang kebahasaan ( Dirjen Dikdasmen: 2004).

Pembelajaran apresiasi sastra di SMP mengacu pada tujuan sastra, yaitu siswa mampu menikmati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas kehidupan sastra, meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan berbahasa (Depdikbud 1993:1, 2006:4). Dari tujuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengajaran sastra seharusnya dapat meningkatkan empat aspek penting yaitu, kepribadian, wawasan, kehidupan, dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

Tarigan (1986: 3) menyimpulkan bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan secara tidak langsung bertatap  muka dengan orang lain. Dengan demikian mengajarkan menulis adalah melatih anak didik menggunakan bahasa sebagai alat untuk menyatakan isi hati dan buah pikiran secara menarik, yang mengenai pada pembaca. Pembelajaran menulis dapat berupa apa saja: surat, artikel, laporan, buku harian, prosa, drama, puisi dan lain-lain.

Pembelajaran menulis sangat bermanfaat bagi perkembangan kepribadian siswa yang masih berada pada usia remaja dan memiliki jiwa yang labil.  Dengan sering berlatih menulis , siswa akan terbiasa mengekspresikan gagasan-gagasan dan perasaanya lewat tulisan. Tentu saja hal ini akan berdapak yang kontruktif dan positif bagi perkembangan kepribadian siswa. Bagi guru bahasa Indonesia, ini merupakan sebuah tantangan untuk membangkitkan dan menciptakan suasana pembelajaran yang  nyaman dan merangsang kemampuan siswa menulis.

Selaras dengan arah pembelajaran bahasa tersebut, maka pembelajaran apresiasi sastra harus dikuasai oleh siswa.  Siswa di tingkat SMP harus memiliki kemampuan mengapresiasi dan menghasilkan (menulis) karya sastra yang meliputi prosa, puisi, dan drama. Namun realita yang terjadi di kelas, kegiatan apresiasi sastra merupakan kegiatan yang sulit bagi siswa. Pembelajaran apresiasi sastra sering menjadi pembelajaran yang membosankan dan tidak menarik. Bahkan, pembelajaran sastra sering dianggap tidak penting atau pelajaran yang tak memiliki makna oleh siswa. Hal ini berakibat pada rendahnya kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan menghasilkan karya sastra.

Di kelas VII-D SMP Negeri 2 Kunir, rendahnya kemampuan siswa tersebut dapat dilihat dari data nilai tugas-tugas apresiasi sastra (menulis puisi) yang diberikan oleh guru di semester 1 tahun pelajaran 2008/2009 . Lebih dari 70% siswa tidak mampu menulis puisi dengan baik, yang ditandai dengan nilai yang diperoleh siswa kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan, yaitu 75. Apabila siswa diberi tugas menulis puisi, mereka menunjukkan rasa enggan dan merasa kesulitan. Banyak karangan siswa yang bahasanya belum puitis dan isinya cenderung berupa deskripsi kejadian yang tidak dikemas dalam bahasa puisi.

Dari data tersebut, dapat dikemukakan bahwa masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Kunir dalam menulis puisi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan tindakan kelas. Tindakan yang akan dilakukan yaitu menggunakan teknik menulis semiterpimpin dalam pembelajaran menulis puisi. Teknik ini dipilih karena diyakini oleh penulis dapat membimbing siswa yang masih dalam tahap awal berlatih menulis puisi .

D.  Rumusan dan Pemecahan Masalah

1.  Rumusan Masalah

Dari uraian di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis puisi melalui teknik menulis semiterpimpin siswa kelas VII-D  SMP Negeri 2 Kunir?

Berdasarkan rumusan masalah  di atas, tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VII-D semester I dalam menulis puisi.

Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini, jika ditinjau dari sudut pihak yang terlibat dalam penelitian adalah:

(1)  Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat memberikan motivasi, pengetahuan, dan pelatihan dalam menulis puisi dengan teknik menulis semiterpimpin, sehingga siswa dapat mengembangkan dan mengungkapkan gagasan dan perasaan dalam bentuk puisi.

(2) Bagi guru, memberikan salah satu alternatif dan variasi cara pembelajaran menulis puisi di kelas, sehingga guru tidak terpaku pada metode pembelajaran yang monoton (ceramah, penugasan).

(3) Bagi sekolah, dengan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi mutu lulusan.

2.  Pemecahan Masalah

Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dan kedua  diberikan dua kali tindakan, yaitu (1) melengkapi beberapa kalimat puisi yang dirumpangkan dengan daftar kata yang telah disediakan; (2) melengkapi sebuah puisi yang dirumpangkan dengan daftar kata yang disediakan.

Skenario tindakan pembelajaran yang  akan  dilakukan sebagai berikut

(1) Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang teknik menulis semiterpimpin;

(2) Guru menyediakan alat bantu menulis semiterpimpin berupa kalimat-kalimat puisi dan sebuah puisi yang dirumpangkan kemudian  siswa diminta untuk melengkapi kalimat/puisi yang dirumpangkan tersebut dengan daftar kata yang telah disediakan.

(3)  Guru menyediakan alat bantu berupa daftar kalimat dan daftar kata kemudian siswa diminta untuk menyusun menjadi sebuah puisi.

(4)  Secara bergantian beberapa siswa menuliskan di papan tulis hasil pekerjaan skenario nomor 1 dan 2 .Siswa lain mengamati, memberikan tanggapan, dan memperbaiki.

(5)  Guru membahas dan memberikan penguatan terhadap pekerjaan siswa. Pembahasan berfokus pada pemilihan dan penyusunan kata/kalimat yang puitis.

(6)  Guru memberikan evaluasi sebagai akhir kegiatan pembelajaran.

Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu disiapkan perangkat pembelajaran, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar observasi, dan alat pembelajaran.

Alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan adalah

(1)   carta kalimat puisi rumpang

(2)   carta puisi rumpang

(3)   daftar kata

(4)   soal evaluasi, dan

(5) Lembar observasi.

E.  Kajian Pustaka

Kata apresiasi mengandung pengertian memahami, menikmati, dan menghargai atau menilai (Sumardjo dan Saini K.M., 1991:173). Dalam hubungan dengan kegiatan pembelajaran apreasiasi sastra  di sekolah apresiasi tidak hanya dimaksudkan sebagai memahami, menikmati, dan menghargai atau menilai karya sastra, tetapi lebih lanjut diharapkan mampu mencipta atau menulis karya sastra, apakah dalam bentuk, prosa, puisi, atau drama.

Menulis merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai  mediumnya  (Akhadiah, S, 1997:1.3). Sedangkan Dagher (dalam Jurnal Gentengkali No. 3, 2000: 29) mendefinisikan menulis merupakan proses berpikir yang dituangkan di atas kertas dalam bentuk tulisan. Proses berpikir ini mencakup proses bagaimana ide-ide dimunculkan, dan difokuskan pada ide-ide tertentu yang relevan dan saling terkait. Menulis  membutuhkan usaha berpikir yang terus-menerus untuk jangka waktu tertentu. Ketika kita menuliskan tiga kalimat atau lebih, kita harus menyusunnya sedemikian rupa sehingga kalimat-kalimat tersebut menjadi teks yang menyatu dan koheren. Dengan demikian maka menulis bukanlah semata-mata masalah mentransformasikan “bahasa” ke dalam simbol-simbol tertentu, namun lebih merupakan proses berpikir (Sitorus dan Said, 1997:1)

Bagi siswa  kegiatan menulis itu merupakan sesuatu hal yang sulit. Untuk melatihkan proses berpikir siswa tentang bagaimana menuangkan/memunculkan ide-ide tertentu yang relevan dan saling terkait, penulis beranggapan, siswa perlu mendapatkan bimbingan.

Pengetahuan dan keterampilan menulis dapat dibagi tiga. Pertama, substansi bahan. Bahan-bahan bentuk tulisan (karangan) meliputi ide, pengorganisasian, dan bahasa. Kedua, strategi penyampaian ide, bertujuan agar ide penulis dapat terungkap dan diterima secara sistematis dan komunikatif. Ketiga, gaya, menyangkut beberapa hal, yaitu ejaan, pilihan kata, hubungan kata, susunan kalimat, hubungan kalimat, majas, susunan paragraf, hubungan paragraf, penyajian, dan pewajahan Widyamartaya (dalam Buletin Pelangi Pedidikan Volume 1, 2001: 10). Ketiga hal tersebut digubahkan sebagai acuan dalam peningkatan kemampuan menulis siswa.

Perrine (dalam Jurnal Gentengkali No. 3, 2000: 29) mengungkapkan bahwa puisi merupakan satu jenis berbahasa yang dalam penyampaiannya dilakukan dengan pilihan kata yang pekat dan lebih intensif daripada penyampaian dengan menggunakan alat berbahasa untuk berkomunikasi biasa. Dalam usaha untuk memahami, kita perlu paham tentang “mengatakan” apa puisi itu. Sebab, bahasa yang kita gunakan dalam “ketidaklaziman” itu menghasilkan bentuk pemakaian bahasa yang berbeda.

Puisi ditulis oleh penyair berpangkal pada pengalaman (experience). Keberadaannya membawa kita (pembaca) ke satu kesan dan persepsi tentang kehidupan, bisa memperluas dan mempertajam kontak dengan jati diri kita. Selain itu, kita juga diajak berpartisipasi dalam memakai pengalaman membaca puisi untuk memperbesar kesadaran dan pemahaman terhadap dunia kita. Oleh karena itu, pendekatan kita terhadap puisi adalah memandang puisi sebagai ungkapan pengalaman penyair; sedangkan jika dalam puisi itu terdapat filsafat/pandangan  yang berisi ajaran moral dan lainnya, itu merupakan aspek yang terjadi akibat kristalisasi pengetahuan dan latar belakang kehidupan penyair yang mewarnai puisi itu.

Sutarto dkk. (1999:3) mengatakan bahwa puisi merupakan sebuah struktur yang dibangun oleh struktur yang tampak dan yang tidak tampak. Struktur yang tampak dikenal sebagai struktur fisik yang secara tradisional struktur ini disebut bentuk atau bahasa atau bunyi. Struktur yang tidak tampak disebut struktur batin atau makna karena puisi berisi ungkapan batin penulisnya. Struktur batin puisi terdiri atas unsur tema, nada, perasaan, dan amanat.

Menulis semi terpimpin berarti bahwa aktivitas menulis sebagian dikuasai oleh guru. Ini dimaksudkan untuk membantu kesulitan siswa di dalam menulis Subyakto, (dalam Buletin Pelangi Pedidikan Volume 1, 2001: 10). Teknis menulis semiterpimpin dalam penelitian ini adalah teknik menulis dengan disediakannya panduan berupa carta agar siswa mudah menuangkan ide. Dengan bantuan teknik ini diharapkan siswa mendapatkan kemudahan di dalam menuangkan ide dan perasaan ke dalam bentuk puisi.

F.  Metode Penelitian

1.   Setting dan Subjek Penelitian

Penentuan tempat dalam  penelitian ini menggunakan  metode purposive, yaitu penetapan daerah penelitian secara sengaja pada tempat tertentu yang dianggap sesuai dengan tujuan penelitian.  Setting yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Kunir kecamatan Kunir kabupaten Lumajang. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-D pada semester 1 tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah  36 siswa.

2.   Rancangan Penelitian

Penelitiaan ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan teman sesama guru bahasa Indonesia yang ada di SMP Negeri 2 Kunir. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat berdiskusi dalam memecahkan masalah penelitian ini sehingga dapat memberikan hasil yang optimal dan dapat mengatasi permasalahan dalam pembelajaran  bahasa Indonesia, khususnya kompetensi menulis puisi.

Adapun model desain penelitian tindakan kelas yang akan digunakan dalam penelitian ini mengikuti model Hopkins (dalam Materi Pelatihan Terintegrasi Depdiknas, 2005), dengan tahapan dalam setiap siklus sebagai berikut: recana (plan), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflective). Siklus PTK model Hopkins ini bersifat spiral seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1 berikut.

Step

Gambar 1 : Siklus PTK Model Hopkins (dalam Materi Pelatihan Terintergrasi, 2005)

Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus diberikan dua tindakan, yaitu (1) melengkapi beberapa kalimat puisi yang dirumpangkan dengan daftar kata yang telah disediakan; (2) melengkapi sebuah puisi yang dirumpangkan dengan daftar kata yang disediakan

Skenario tindakan pembelajaran yang  akan  dilakukan sebagai berikut

(1)   Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang teknik menulis semiterpimpin;

(2)    Guru menyediakan alat bantu menulis semiterpimpin berupa kalimat-kalimat puisi dan sebuah puisi yang dirumpangkan kemudian  siswa diminta untuk melengkapi kalimat/puisi yang dirumpangkan tersebut dengan daftar kata yang telah disediakan.

(3)    Guru menyediakan alat bantu berupa daftar kalimat dan daftar kata kemudian siswa diminta untuk menyusun menjadi sebuah puisi.

(4)    Secara bergantian beberapa siswa menuliskan di papan tulis hasil pekerjaan skenario nomor 1 dan 2 .Siswa lain mengamati, memberikan tanggapan, dan memperbaiki.

(5)    Guru membahas dan memberikan penguatan terhadap pekerjaan siswa. Pembahasan berfokus pada pemilihan dan penyusunan kata/kalimat yang puitis.

(6)    Guru memberikan evaluasi sebagai akhir kegiatan pembelajaran.

Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu disiapkan perangkat pembelajaran, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar observasi, dan alat pembelajaran. Alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan adalah (1) carta kalimat puisi rumpang, (2) carta puisi rumpang, (3) daftar kata, (5) soal evaluasi, dan (5) Lembar observasi.

Siklus I

  1. a. Refleksi awal

Pada tahap ini peneliti mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis masalah dalam pembelajaran menulis puisi  pada siswa kelas VII-D semester I SMP Negeri 2 Kunir tahun pelajaran 2008/2009.

  1. b. Perencanaan Tindakan

Rancangan tindakan yang dilakukan sebagai berikut:

Membuat persiapan mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a)   Menyusun tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan Kompetensi  Dasar.

b)      Menentukan materi pelajaran yang disesuaikan dengan tujuan  yang hendak dicapai.

c)   Menentukan metode yang digunakan. Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan.

d)  Merumuskan kegiatan belajar mengajar sebagai berikut:

1)    Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan meliputi apersepsi yang dilakukan dengan metode ceramah yang diselingi metode tanya jawab.

2)    Kegiatan inti :

(1) Siswa membentuk kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 4-5 orang.

(2) Semua siswa mengamati carta kalimat-kalimat puisi  dan puisi yang dirumpangkan dan daftar kata yang ditempel guru di papan tulis.

(3) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk melengkapi kalimat-kalimat puisi  yang dirumpangkan dengan daftar kata yang telah disediakan.

(4)  Masing-masing kelompok secara bergantian -melalui juru bicaranya- menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.

(5)  Siswa dan guru melakukan pembahasan terhadap pekerjaan yang telah di tulis di papan tulis dengan cara masing-masing kelompok saling memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang telah ditulis di papan . Tanggapan tersebut berupa pembetulan yang disertai penjelasan atau alasan. Guru memberikan komentar terhadap pekerjaan dan tanggapan siswa.Masing-masing kelompok melalui juru bicaranya menuliskan di papan tulis hasil inventarisasi hal/unsur gambar yang telah dipilih.

3)   Kegiatan Penutup

(1)  Guru dan siswa melakukan refleksi dengan bertanya jawab tentang jalannya pembelajaran yang telah dilakukan.

(2)  Guru memberikan penguatan kepada siswa dengan memberikan komentar positif tentang hasil pekerjaan siswa.

Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran diadakan tes tertulis. Tes ini diberikan karena penulis ingin mengetahui kemajuan siswa selama pembelajaran secara individual.

c.    Pengamatan

Pengumpulan data pada penelitian tindakan ini dilakukan dengan pengamatan pada proses pembelajaran yang meliputi aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dan analisis dokumen. Guru dibantu dengan teman sejawat mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung, mencatat data-data yang muncul kemudian mentranskripkannya. Analisis dokumen dilakukan dengan menilai hasil pekerjaan siswa  baik secara kelompok maupun individu.

Data tentang peningkatan kemampuan menulis puisi diukur dengan membandingkan antara kemampuan menulis puisi sebelum dilakukan tindakan dan hasil setelah dilakukan tindakan. Selain mengukur peningkatan kemampuan menulis juga diukur peningkatan motivasi belajar siswa dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu saat diskusi dalam kelompok, memberi tanggapan, dan tanya jawab.

d.   Refleksi

Analisis data dan refleksi dilakukan dalam kegiatan tersendiri dengan teman sejawat. Hasil refleksi dicatat dan menghasilkan rancangan tindakan pada Siklus II. Peneliti melakukan analisis, sintesis, pemaknaan, penjelasan dan penyimpulan data yang telah dikumpulkan. Hasil yang terkumpul dari temuan-temuan di lapangan selanjutnya dijadikan dasar untuk perecanaan pada Siklus II.

Siklus II

Rancaangan tindakan yang dilakukan pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I, yaitu siswa diberi dua kali tindakan. Tindakan pertama siswa melengkapi kalimat-kalimat puisi yang dirumpangkan dan tindakan kedua siswa melengkapi puisi rumpang.

Adapun tahapan tahapan pembelajaran yang dilakukan meliputi:

a.    Refleksi awal

Berdasarkan refleksi siklus I, peneliti akan melakukan perencanaan ulang. Hasil perencanaan ulang ini akan diterapkan pada Siklus II. sebelum merevisi rencana pembelajaran terlebih dahulu penulis membuat catatan-catatan permasalahan yang muncul pada Siklus I. Namun, sebagai pedoman untuk pelaksanaan pembelajaran yang akan diterapkan pada siklus II, secara garis besar sama dengan Siklus I yang direncanakan sebagai berikut.

b.   Rancangan Tindakan

Rancangan tindakan yang dilakukan sebagai berikut:

Membuat persiapan mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a)   Menyusun tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan Kompetensi  Dasar.

b)   Menentukan materi pelajaran yang disesuaikan dengan tujuan  yang hendak dicapai.

c)   Menentukan metode yang digunakan. Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu multi metode yang terdiri atas metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas, dan latihan.

d)  Merumuskan kegiatan belajar mengajar sebagai berikut:

1)    Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan meliputi apersepsi yang dilakukan dengan metode ceramah yang diselingi metode tanya jawab dengan media gambar.

2)    Kegiatan inti

(1) Siswa membentuk kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 4-5 orang.

(2) Semua siswa mengamati carta  kalimat- puisi yang dirumpangkan  dan puisi rumpang yang ditempel guru di papan tulis.

(3) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk melengkapi kalimat rumpang dan puisi rumpang dengan daftar kata yang telah disediakan..

(4)  Masing-masing kelompok secara bergantian -melalui juru bicaranya- menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.

(5)   Siswa dan guru melakukan pembahasan terhadap pekerjaan yang telah di tulis di papan tulis dengan cara masing-masing kelompok saling memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang telah ditulis di papan . Tanggapan tersebut berupa pembetulan yang disertai penjelasan atau alasan. Guru memberikan komentar terhadap pekerjaan dan tanggapan siswa.

3)   Kegiatan Penutup

(1)  Guru dan siswa melakukan refleksi dengan bertanya jawab tentang jalannya pembelajaran yang telah dilakukan.

(2)  Guru memberikan penguatan kepada siswa dengan memberikan komentar positif tentang hasil pekerjaan siswa.

Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran diadakan tes tertulis. Tes ini diberikan untuk mengetahui kemajuan siswa selama pembelajaran secara individual.

c.    Pengamatan

Pengumpulan data pada penelitian tindakan ini dilakukan dengan pengamatan pada proses pembelajaran yang meliputi aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dan analisis dokumen. Guru dibantu dengan teman sejawat mengamati proses pembelajaran yang sedang berlangsung, mencatat data-data yang muncul kemudian mentranskripkannya. Analisis dokumen dilakukan dengan menilai hasil pekerjaan siswa  baik secara kelompok maupun individu.

Data tentang peningkatan kemampuan menulis puisi diukur dengan membandingkan antara kemampuan menulis puisi sebelum dilakukan tindakan dan hasil setelah dilakukan tindakan. Selain mengukur peningkatan kemampuan menulis juga diukur peningkatan motivasi belajar siswa dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu saat diskusi dalam kelompok, memberi tanggapan, dan tanya jawab.

d.   Refleksi

Analisis data dan refleksi dilakukan dalam kegiatan tersendiri dengan teman sejawat. Hasil refleksi dicatat dan menghasilkan rancangan tindakan pada Siklus berikutnya. Peneliti melakukan analisis, sintesis, pemaknaan, penjelasan dan penyimpulan data yang telah dikumpulkan. Hasil yang terkumpul dari temuan-temuan di lapangan selanjutnya dijadikan dasar untuk perecanaan pada Siklus berikutnya.

3.    Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang peningkatan kemampuan menulis puisi adalah :

(1)   Carta

(2)   lembar pengamatan (observasi)

(2) studi dokumen

4.    Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik pengamatan (observasi), dan studi dokumen.

(1) Teknik pengamatan (observasi), digunakan untuk menilai proses pembelajaran dan peningkatan motivasi belajar siswa.

Indikator yang digunakan dalam pengamatan ini adalah:

  1. mengerjakan tepat waktu
  2. aktivitas tinggi
  3. mengerjakan dengan benar

(2)  Studi dokumen, untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi.

E.  Analisis Data

Untuk memperoleh data tentang peningkatan kemampuan menulis puisi , penulis menggunakan data dari hasil studi dokumen berupan tes membuat puisi.

Tes merupakan cara pengukuran yang tepat untuk memperoleh data dari siswa karena penulis akan memperoleh data langsung dari sumbernya. Teknik analisis datanya , karena data kuantitatif, yaitu memberikan penilaian terhadap hasil tes. Adapun hal-hal yang dinilai dalam tes tersebut, yaitu:

a.     diksi atau pilihan kata

b.     rima atau persajakan

c.     isi

Dalam penelitian ini peningkatan kemampuan menulis puisi diukur dengan membandingkan hasil yang diperoleh oleh siswa sebelum dilakukan penelitian dengan hasil belajar setelah dilakukan penelitian.

G.   Jadwal Penelitian  dan Rencana Pembiayaan

1. Jadwal Penelitian

No. Waktu Kegiatan Sasaran/Pelaksana
1

5-8 Nov 2008

Pengarahan  dan pembimbingan  PTK

Ketua Peneliti

2

9-10 Nov 2008

Koordinasi, pembahasan persiapan PTK, penggandaan perangkat (alat dan instrumen) PTK

Tim Peneliti

3

11-12 Nov 2008

Penyusunan proposal PTK

Tim Peneliti

4

13-22 Nov 2008

Pengambilan dan pengolahan data siklus I

Tim Peneliti

5

24 Okt – 6 Des 2008

Pengambilan dan pengolahan data siklus II

Tim Peneliti

6

8  Des 2008

Koordinasi penyusunan Laporan

Tim Peneliti

7

9 -13 Des 2008

Penyusunan Laporan

Tim Peneliti

8

15 Des 2008

Penggandaan Laporan

Tim Peneliti

  1. 2. Rencana Anggaran

No.

Uraian

Jumlah (Rp)

Ket.

1

Foto kopi materi PTK

150.000,00

2

Pembelian ATK

250.000,00

3

Foto kopi dan penjilidan laporan akhir PTK

200.000,00

Jumlah

600.000,00

H.  Personalia Penelitian

1.    Ketua Peneliti

a.   Nama Lengkap           :        Ngadiono, S.Pd

b.   Jenis Kelamin                   :        Laki-Laki

c.   Pangkat/Gol.                     :        Pembina /  Iva

d.   Mata Ajaran Diampu     :        Bahasa Indonesia

e.   Sekolah                               :        SMP Negeri 2 Kunir

2.    Anggota

(1)     a.   Nama Lengkap              :      Neny Kusumahati, S.Pd

b.   Jenis Kelamin                          :      Perempuan

c.   Pangkat/Gol.                            :      Penata Tk I/  III d

d.    Mata Ajaran Diampu           :      Bahasa Indonesia

e.    Sekolah                                      :      SMP Negeri 2 Kunir

(2)     a.   Nama Lengkap              :      Tri Susiliantini

b.   Jenis Kelamin                          :      Perempuan

c.   Pangkat/Gol.                            :      -

d.    Mata Ajaran Diampu           :      Bahasa Indonesia

e.    Sekolah                                      :      SMP Negeri 2 Kunir

I   Lampiran-Lampiran

  1. 1. Daftar Pustaka

Akhadiah, S. 1997. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Depdikbud. 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). Jakarta: Depdikbud.

Depdiknas, 1999/2000, Jurnal Gentengkali, Edisi 3 Tahun  III, Surabaya: Depdiknas

2004. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­_________2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Buku 3. Jakarta: Depdiknas

Sitorus dan Habiruddin Said. 1997. Some Samples of Teaching Writing Materials: Materi LKI PKG Bahasa Inggris 1997/1998

Sumardjo, J & Saini K.M. 1991. Apresisasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sutarto, dkk. 1999. Pedoman Pembelajaran Apresiasi Puisi, Buku 2-P, Jakarta: Puskur Depdikbud

Tarigan, Henri Guntur.1986. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa

  1. 1. Lain-lain
    1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
    2. Carta Kalimat-Kalimat Puisi Rumpang dan Daftar Kata
    3. Carta Puisi Rumpang dan Daftar Kata
    4. Lembar Observasi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah                       :    SMP Negeri 2 Kunir

Mata Pelajaran            :    Bahasa Indonesia

Kelas/Semester            :    VII / 1

Standar Kompetensi   :    8.   Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui puisi, pantun, dan dongeng.

Kompetensi Dasar       :    8.1   Menulis puisi tentang alam.

Indikator                     :    1.     Mampu menyusun kalimat puitis

2.     Mampu menulis puisi

3.     Mampu menyunting puisi sendiri atau teman sesuai aspek perlu diperhatikan dalam penulisan puisi

Alokasi Waktu            :    4  x 40 menit (2 kali pertemuan)

  1. A. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menulis puisi yang sesuai dengan syarat-syarat aspek perlu diperhatikan dalam penulisan puisi .

  1. B. Materi Pembelajaran

Puisi   =     puisi merupakan salah satu bentuk sastra yang berisi ungkapan ide /perasaan dari seorang penyair yang diungkapkan dengan bahasa yang khas ( singkat, padat, dan penuh makna).

Aspek yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi :

  1. diksi atau pilihan kata
  2. rima atau persajakan
  3. isi
  1. C. Metode Pembelajaran

1           Inkuiri

2           Masyarakat belajar.

3           Konstruksifisme

  1. D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama

1  Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan meliputi apersepsi yang dilakukan dengan metode ceramah yang diselingi metode tanya jawab.

2   Kegiatan inti :

(1)   Siswa membentuk kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 4-5 orang.

(2)   Semua siswa mengamati carta kalimat-kalimat puisi  dan puisi yang dirumpangkan dan daftar kata yang ditempel guru di papan tulis.

(3)   Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk melengkapi kalimat-kalimat puisi  yang dirumpangkan dengan daftar kata yang telah disediakan.

(4)   Masing-masing kelompok secara bergantian -melalui juru bicaranya- menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.

(5)   Siswa dan guru melakukan pembahasan terhadap pekerjaan yang telah di tulis di papan tulis dengan cara masing-masing kelompok saling memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan yang telah ditulis di papan .

3    Kegiatan Penutup

(1)   Guru dan siswa melakukan refleksi dengan bertanya jawab tentang jalannya pembelajaran yang telah dilakukan.

(2)   Guru memberikan penguatan kepada siswa dengan memberikan komentar positif tentang hasil pekerjaan siswa.

(3)   Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran diadakan tes tertulis. Tes ini diberikan karena penulis ingin mengetahui kemajuan siswa selama pembelajaran secara individual.

  1. E. Sumber Belajar
  2. 1.  Buku Bahasa dan Sastra Indonesia terbitan Aneka Ilmu tahun 2006.
  3. 2.  Lembar Kerja Siswa Bahasa Indonesia
  1. F. Penilaian

a.   Teknik                    :    tes tulis

b.   Bentuk instrumen   :    tes uraian terstruktur

c.   Soal Instrumen       :

1. Lengkapilah kalimat-kalimat puisi yang rumpang berikut ini dengan memilih salah satu kata yang terdapat dalam daftar kata!

(1)    pagi yang…bertabur ….mentari  (cerah, cahaya)

(2)    hari …penuh canda (gembira)

(3)    setangkai…mekar di taman (kembang)

(4)    semerbak mewangi…angkasa (harum)

(5)    menusuk kalbu…hati (sejukkan)

Daftar Kata :      bersinar, cerah, indah, sepi, gembira, pohon, kembang, harum, riusau, gundah, jiwa, raga, menghias, senja, mendung

2.    Lengkapilah Puisi rumpang berikut ini dengan daftar kata yang tersedia!

Salam Pagi Seorang Petani

Karya: Chandra Yowani

Selamat …(1) mentari

‘kan kugarap…(2)

di tiap …(3) bumi

Selamat pagi …(4) kecil

…(5) aku dengan senandungmu

mengupas…(6) bumi

jadi…(7) harapan

selamat pagi …(8) angin

…(9) dendangkan kemenangan

menisik beribu…(10) kalbuku

benahi musim

Daftar Kata :    malam, pagi, siang, wajahmu, harimu, lahan, rekah, pipit, burung, bersama, temani, kulit, tubuh, lahan, sawah, kebun, suara, desir, semilirmu, tiupanmu, terpaanmu, mimpi, keinginan, hasrat.

d.   Kunci Jawaban :

1.    (1) cerah, cahaya

(2) gembira

(3) kembang

(4) harum

(5) sejukkan

2.    (1) pagi

(2) harimu

(3) rekah

(4) pipit

(5) temani

(6) kulit

(7) lahan

(8) desir

(9) semilirmu

(10) mimpi

Lumajang,  23 September 2008

Mengetahui                                                                                     Guru Mata Pelajaran

Kepala  SMPN 2 Kunir,                                                               Bahasa Indonesia,

Drab. Siti Ratnawati                                                     Ngadiono, S.Pd.

NIP 131265005                                                                   NIP 131906024

  1. Terbentang…kasih

(telaga, jalan, perasaan, kisah)

  1. bak…menyinari bumi

(bulan, bintang, lampu, mentari)

  1. sejuk…pagi menusuk kalbu

(udara, embun, suasana, angin)

  1. sepi…tak berbentuk

(malam, siang, sore, pagi)

  1. rinduku…menggayung mimpi

(mati, diam, beku, kaku)

  1. … wajah, dengan duka yang pantas, diam

(sebuah, selembar, sehelai, seraut)

  1. setangkai…mekar di taman

(buah, kembang, bunga, daun)

  1. pagi yang…bertabur cahaya mentari

(cerah, mewah, megah, menawan)

  1. hari…penuh canda

(indah, gembira, senang, suka)

  1. menusuk  kalbu…hati

(sejukkan, senangkan, legakan, tentramkan)

Daftar kata :

telaga bulan suasana
cahaya embun waktu
daratan angin malam
matahari beku rupa
mentari mati tanah

Lampiran 2c : Carta kalimat puisi rumpang dan dafatar kata

Ibu

Karya Ni Wayan Suparthiwi

Terbentang telaga …

Dalam

Tiada tersurut

Ketulusan terpancar

Bak … menyinari bumi

Ibu

… tempatku bersandar

Merapikan sendi-sendi putus

Ibu

Kau tempatku mengadu

… duka

Namun hanya sekejap

Kau pergi jauh

Remuk tinggalkan …

Daftar kata :    rindu, cinta, kasih, bulan, matahari, mentari, kamu, engkau, kau, memadu, menggapai, menerima, kenangan, ingatan, kesan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: